Posted by
Admin
at 08.26
soal kuis ekonomi ttg uang
jika Anda ingin mempelajari dulu sedikit tentang materi pelajaran ekonomi yang behubungan dengan uang, Anda bisa meng-klik Pengertian Uang, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya.
soalnya baru sebatas 3, sedang mencari waktu untuk memperbanyaknya,.
semoga bisa membantu dan bisa berbagi,. :)
jika Anda ingin mempelajari dulu sedikit tentang materi pelajaran ekonomi yang behubungan dengan uang, Anda bisa meng-klik Pengertian Uang, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya.
soalnya baru sebatas 3, sedang mencari waktu untuk memperbanyaknya,.
semoga bisa membantu dan bisa berbagi,. :)
Posted by
Admin
Kamis, 28 Februari 2013 at 23.59
Menurut Kamus Bahasa Indonesia keluaran Pusat Bahasa, agnostic dideskripsikan sebagai “ Orang yg berpendapat bahwa tiada sesuatu yg dapat diketahui tentang Tuhan selain dari hal-hal kebendaan. ” Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai “ Orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misal Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak dapat diketahui. ”
Agnostic bukanlah orang murtad atau menghujat Tuhan seperti orang Ateis. Kita simak kata Clarence Darrow (1857 – 1938), seorang penganut Agnostik.
Saya lebih suka mengatakan, Aghnostic
orang yang tidak percaya apa yang dikatakan oleh agama, tapi dia percaya
adanya Tuhan ( kebenaran tertinggi ), walaupun bagi orang agnostic
masih ada sisa pertanyaan, yakni apakah Tuhan bisa “diketahui” oleh
manusia ?. Saya memberikan tanda petik pada kata “ diketahui,” karena
makna kata tersebut sangat luas, bukan hanya sekedar diketahui seperti
kita mengetahui sesuatu materi dengan gamblang. Dari pengertian diatas
bisa disimpulkan, bahwa orang Agnostik memang cenderung percaya akan
adanya Tuhan ( entitas yang luar biasa ). Beda dengan Ateis yang tidak
percaya dengan adanya Tuhan, apalagi agama. Agnostic mengakui adanya
kebenaran tertinggi, tapi tidak mungkin bisa diketahui oleh manusia,
apalagi oleh dogma agama. Itu pendapat Agnostic. Dan bagi saya memang
masuk akal. Kita manusia hanya bisa menebak nebak saja. Tidak ada yang
menjamin kebenaran agama 100%, kecuali tentu saja, oleh penganut agama
itu sendiri.
Agnostik selalu bertanya tanya,
keberadaan akan Tuhan. Mirip orang orang yang belajar Tasawuf atau Sufi.
Kalau Tuhan dianggap tidak ada, kok ada saya ?. Kalau dianggap ada,
terus bagaimana membuktikannya ?, bagaimana mengetahuinya ?, dan dimana
?. Tapi bagi orang ber-agama, sangat simpel untuk mengetahuinya,
dasarnya adalah keyakinan, iman. Bahwa apa yang ada di dunia ini tak
mungkin tak ada yang menciptakannya. Agnostic percaya itu, tapi masih
tetap ada pertanyaan besar bagaimana mengetahui si pencipta. Ada
keraguan agnostic disana. Beberapa kalangan menyebut agnostic mirip
dengan skeptis.
Agnostic bukanlah orang murtad atau menghujat Tuhan seperti orang Ateis. Kita simak kata Clarence Darrow (1857 – 1938), seorang penganut Agnostik.
“Aku
tidak menganggap bahwa disebut agnostic adalah hinaan, tetapi itu lebih
merupakan pujian. Aku tidak berpura-pura tahu ketika banyak orang yang
tidak tahu justru yakin.”
Intinya, Agnostic itu tidak pura pura. Menjadi Agnostic itu menurut penganutnya sangat membanggakan. Sangat oke..! Keren…!
“Aku percaya bahwa kebahagiaan adalah satu-satunya hal baik, dan cara untuk bisa bahagia adalah membuat orang lain bahagia ”
Hebat bukan pedoman orang Agnostic. Tidak
seperti Ateis yang suka menghujat Tuhan, dianggap Tuhan tidak ada.
Namun umat ber-agama justru saling klaim, bahwa agama dia yang paling
bener, dan saling menghujat serta saling menghancurkan. Apakah hal
semacam itu dianggap baik…?
Pendapat pendapat tokoh Agnostic, sangat
baik, humanis, sangat manusiawi. Dimana dia mementingkan hubunga antar
manusia daripada saling menghujat dan saling perang antar ego kelompok.
Mereka mengakui adanya kekuatan besar yang ada di sekitar kita. Sebuah
kekuatan yang tak mungkin dijangkau oleh manusia. Mereka mengakui bahwa
seseorang yang berbuat baik akan mendapatkan sesuatu yang baik, begitu
sebaliknya. Tapi mereka masih bertanya tanya, apakah sorga dan neraka
itu benar benar ada…? Sikap skeptis inilah yang mendasari Agnostik tidak
percaya pada dogma dogma agama. Agama bagi mereka, hanyalah undang
undang yang dibuat manusia dengan meminjam nama Tuhan.
Para agnostic mengatakan, bahwa agnostic
adalah pilihan paling logis daripada Teis ataupun Ateis. Karena mereka
menganggap ajaran Teis ( agama ) adalah sesuatu yang tidak logis. Ajaran
tersebut cenderung dipergunakan untuk kepentingan kelompok kelompok.
Susahnya lagi, Teis kalau dikritik, malah ngamuk. Kadang diantara orang
beragama menggunakan agamanya untuk men justifikasi ( memberikan cap )
orang orang yang tak sepaham atau orang yang tak disukai. Tentu saja
justifikasi yang mereka berikan pasti nama jelek, atau menjelekan.
Bukankah itu sama dengan fitnah ?, meng-atas namakan agama. Misalnya,
bid’ah, kafir, murtad… dsb. Jadi untuk apa ribet ribet menggunakan
aturan aturan agama kalau pada akhirnya kita meng kafirkan dan memusuhi
orang lain…? Kenyataanya memang itulah yang terjadi, banyak orang
beragama membuat orang lain menjadi bisa dijauhi orang lainnya, berimbas
pada pergaulan sosialnya, kondisi kehidupan orang tersebut menjadi
terhambat. Hanya karena kata kata ( fatwa ) sang tokoh agama. Kalau
sudah begitu…, siapakah yang layak masuk neraka…? ( kalau Teis percaya
ada neraka ).
Agnostic bisa mengakomodasi semua aturan
aturan agama di dunia. Misalnya masalah dosa, orang agnostic menganggap
perbuatan tidak baik. Perbuatan tidak baik akan ada balasannya saat itu
juga. Siapa yang menabur sesuatu, akan menuai sesuatu juga. Perbuatan
akan terbalaskan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. Misalnya
lagi tentang karma. Kalau kamu bohong, kamu akan disebut pembohong. Dan
satu saat kamu juga akan kena batunya, akibatnya ( karmanya ) kamu tidak
dipercaya orang lagi. Coba kita simak salah satu pemikiran agnostic :
“ Kenapa saya memilih agnostic, karena agnostic ini yg paling logis dari yg lain. THEISME , saya merasa dalam theisme banyak sekali hal yg tidak logis, dan saya berprasangka bahwa ajaran 2 THEISME diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Saya sering berdiskusi dengan orang THEISME, dari diskusi saya, pada intinya mereka menjawab bahwa dalam memahami keTUhanan kita jangan mengandalkan dan bersandar pada logika.. untuk sementara saya menganggap bahwa itu jawaban orang yg kehabisan jawaban.. Jadi kenapa saya tidak memilih THEISME karena saya tidak setuju dengan beberapa ketidakmasuk akal dalam THEISME.
ATHEIS, kenapa saya tidak memilih ATHEIS? karena saya masih berkeyakinan bahwa segala sesuatu itu ada tidak mungkin ada dengan sendirinya.. saya blm dapat mempercayai bahwa ada berasal dari ketidakadaan mutlak. Jadi, pandangan agnostic saya. saya jelas meyakini bahwa Tuhan itu ADA dan DIA yg menciptakan alam semesta.. jadi agama saya apa? Agamanya Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan nya siapa? Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih, mohon maaf bila ada yg kurang berkenan. SALAM. “
Pemikiran Agnostik tentang dosa :
“ Ga ada yg namanya dosa, yg ada perbuatan yg tidak baik. Yg termasuk dalam perbuatan yg tidak baik antara lain:
-
Menyakiti atau merugikan sesama, sadar atau engga.
-
Menyakiti makhluk lain.
-
Melakukan sesuatu yg secara ga langsung berdampak buruk buat sesama
-
Melanggar hukum/norma resmi di lingkungan sekitar
Mungkin masih ada sih yg lain sih, saat ini cuman kepikir segitu. Bottom line is, gue gak ada tanggung jawab sama tuhan/dewa dewi/whatever. Tanggung jawab gue sama hidup gue sendiri, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Kalo gue merasa guilty karena gue berbuat salah, gue merasa guilty bukan karena gue takut masuk neraka atau takut dimarahin tuhan, tapi emang karena gue berbuat salah, plain and simple. “
“ gw bukan agnostik, tapi kalau gw agnostic, mungkin gw akan menganggap dosa itu sebagai rasa bersalah [guilty] karena telah melakukan yang suatu masyarakat anggap itu tidak baik atau melanggar norma2 yang udah terbentuk dalam masyarakat sejak dulu, sehingga perasaan bersalah itu menjadi beban bagi diri kita sendiri.”
“ Kalo gw agnostic, gw juga bakal ngerasa dosa itu = guilty. Karena pada dasarnya semua manusia, aturan hidup bersosial itu adalah norma dan guilty itu juga bakal kepentok sama norma itu sendiri, makanya sekalipun gw hanya agnostik misalkan, gw bakal tetep mengikuti norma yang ada “
“ Kalo gw agnostik gw juga akan menghargai mereka yang para theis, monotheis, polytheis, pluralis karena gw merasa bahwa gw dan mereka adalah sama, sama-sama mempercayai ada-nya suatu entitas yang lebih besar di belakang manusia, beda-nya mereka berjalan lewat jalur organisasi [resmi la istilah-nya] sedangkan kan berjalan dengan jalur bebas. ”
Pemikiran Agnostik tentang karma :
“ ….kalau apa yang kamu tabur tetep aja bakal kamu tuai, jangan harap kalo lu males mau jadi kaya, jangan harep klo lo tukang bohong mau dipercaya, jangan harap bencana alam gak bakal terjadi kalau lu gak jaga alam, maka-nya gw bilang semua tergantung dari diri kita sendiri, dan untuk apa yang buruk terjadi adalah akibat perbuatan kita sendiri, jadi jangan pernah deh nyalain si takdir, kasian takdir di kambing hitamkan, cere salain takdir, orang mati salain takdir, bencana alam salain takdir. “
“ betul tuh, karma itu sekalipun kita seorang yang agnsotik pasti ada karena relasi karma itu bukan karena agama, tapi karena kehidupan. ky contoh diatas, kalo elu sering bohong, ya akibatnya elu dicap sebagai pembohong kalo udah dicap pembohong, secara ngga langsung juga elu membohongi diri sendiri dan akibatnya elu sendiri yang kena batunya, sekalipun elu ngomong kebenaran suatu saat nanti ya bakalan ga ada yang percaya “.
Sangat jelas dan gamblang cara berpikir
mereka , masuk akal serta brilian, mirip cara berpikir Ateis. Kenapa
mereka memilih Agnostik…? Dari beberapa pemikiran yang saya copas,
sangat jelas, mereka tak mau terkotak kotak, apalagi diperalat sama yang
namanya agama. Kejujuran dan apa adanya serta bersosialisasi dengan
mahluk lain, adalah inti dari kehidupan yang sebenarnya daripada sekedar
ber-agama. Mereka tak mau menerima dogma dogma atau doktrin agama
begitu saja tanpa nalar yang jelas. Keyakinan adalah sesuatu yang absurd
bagi mereka, kalau tak boleh di sebut kebohongan.
Agnostik meyakini sesuatu yang luar biasa yang menguasai segalanya di sekeliling mereka, tapi juga tidak yakin sesuatu yang luar biasa itu bisa dibuktikan ada.
Orang ber agama menyebut sesuatu yang luar biasa yang melingkupi kehidupan di dunia ini adalah TUHAN.
Sungguh kebesaran Tuhan yang luar biasa
dan begitu mulia serta beragam. Maka belajar mengenal segalanya adalah
kunci manusia untuk segala bentuk dalam memilih suatu kehidupannya.
Jangan bicara soal salah dalam masalah ini. Karena anggapan salah dalam
soal ini, adalah tak sepaham atau tak segolongan.
Tuhan telah memberikan semuanya dengan
segala akibatnya. Silahkan memilih dengan segala pemikiran dan keyakinan
masing masing. Maha besar Tuhan dengan segala ciptaannya.
Oleh. Didik Suwitohadi
21-03-2012.
21-03-2012.
Ref.
Posted by
Admin
Selasa, 18 Desember 2012 at 06.14
Jika Anda selama ini sering menonton acara televisi mengenai
perlombaan antara manusia dengan hewan. Anda pasti terkagum dengan kehebatan
hewan yang bisa menang melawan manusia.
Tapi hal itu tidak berlaku dengan Oscar Pistorius, atlet peraih dua medali emas Paralimpiade London 2012 ini justru menang adu lari dengan kuda yang dinamakan Maserati di Doha, Qatar.
Pistorius dan kuda tersebut berlomba untuk menjadi yang terbaik di nomor 115m dan memenangi tantangan 'Run Like The Wind' di sirkuit lari terbuka Aspire Zone. Hebatnya lagi, Pistorius langsung memimpin dari awal hingga garis finis.
Tapi hal itu tidak berlaku dengan Oscar Pistorius, atlet peraih dua medali emas Paralimpiade London 2012 ini justru menang adu lari dengan kuda yang dinamakan Maserati di Doha, Qatar.
Pistorius dan kuda tersebut berlomba untuk menjadi yang terbaik di nomor 115m dan memenangi tantangan 'Run Like The Wind' di sirkuit lari terbuka Aspire Zone. Hebatnya lagi, Pistorius langsung memimpin dari awal hingga garis finis.
"Ini bukan mengenai siapa yang menjadi pemenang, tujuan
saya datang kesini adalah untuk menunjukkan ke semua orang jika saya mampu
untuk mengikuti lomba meski dengan keterbatasan yang ada," ujar Pistorius
kepada Daily Mail.
Pria yang mengggunakan kaki fiber ketika berlari ini
berharap kemenangannya tersebut bisa mengubah pandangan terhadap cacat yang
dinilai tidak bisa melakukan apa-apa.
Pistorius menjadi atlet paralimpiade pertama yang bisa mengikuti Olimpiade. Tepatnya di London 2012, pria berkebangsaan Afrika Selatan ini mengikuti lomba 400m dan berhasil masuk ke babak semifinal
Pistorius menjadi atlet paralimpiade pertama yang bisa mengikuti Olimpiade. Tepatnya di London 2012, pria berkebangsaan Afrika Selatan ini mengikuti lomba 400m dan berhasil masuk ke babak semifinal
sumber : klik disini
Posted by
Admin
Selasa, 11 Desember 2012 at 05.26
“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam. (HR. Thabrani & Hakim)
Shalat adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh muslim yang berakal dan telah baligh. Semua Ulama baik salaf maupun khalaf sepakat akan kewajiban shalat dan menghukuminya fardhu ‘ain, kewajiban yang wajib dilakukan oleh tiap-tiap individu. Shalat termasuk rukun Islam yang kedua dan wajib ditegakkan. Sebegitu wajibnya shalat sampai tidak ada rukhsah (keringanan) untuk meninggalkannya bagi seorang muslim. Kalau terlupa/tertidur kita wajib melaksanakan shalat ketika ingat. Jika tidak ada air untuk berwudhu, kita dapat menggantinya dengan tayamum. Menjaga shalat juga merupakan wasiat Rasulullah sebelum meninggal dunia. “Jagalah shalat, jagalah shalat dan hamba sahayamu”
Pencuri Shalat
Di era modern kini dan di tengah ketatnya persaingan dunia, baik dalam hal bisnis, ekonomi, politik dan sosial budaya, semua orang menginginkan hidup serba instan. Semua ingin dijalankan dengan cepat dan instan serta mudah. Tak terkecuali dalam hal ibadah termasuk shalat. Dengan alasan ingin mempersingkat dan mengefektifkan waktu, banyak muslim yang tergesa-gesa dalam melaksanakan shalat. Hal ini telah diingatkan dengan tegas oleh Rasulullah empat belas abad yang lalu dalam redaksi Thabrani dan Hakim.
“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam.”
Rasulullah menyebutnya dengan istilah “pencuri yang paling jahat” bagi muslim yang tidak menyempurnakan shalatnya. Tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Kita sering marah ketika ada seseorang yang mencuri sandal kita, terlebih lagi jika kita yang menjadi para pencuri shalat karena tergesa-gesa dan tidak menyempurnakan shalat baik dalam rukuk, sujud maupun salamnya.
Dalam redaksi Ahmad & ath-Thayalisi, Dari Abu Hurairah radhiallahu’ anhu berkata: “Kekasihku Rasulullah sallalloohu ‘alaihi wa sallam melarangku bersujud dengan cepat seperti halnya ayam yang mematuk makanan, menoleh-noleh seperti musang dan duduk seperti kera.” Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwasanya tergesa-gesa dalam melaksanakan shalat adalah sebuah kesalahan dalam menjalankan shalat. Siapa saja yang mencuri shalat, maka amal ibadahnya menjadi sia-sia di mata Allah. Lebih dahsyat lagi, orang yang mencuri shalat dianggap tidak beragama, “Kamu melihat orang ini, jika dia mati, maka matinya tidak termasuk mengikuti agama Muhammad SAW, dia menyambar shalatnya seperti burung elang menyambar daging.” (HR. Ibnu Huzaimah).
Seorang muslim harus menjaga shalatnya, karena memang amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah shalat. Untuk menghindari mencuri dalam shalat, kita perlu mengetahui salah satu rukun dalam shalat yaitu Thuma’ninah.
Diriwayatkan, ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid di waktu Rasulullah SAW sedang duduk. Lalu orang itu melaksanakan shalat. Setelah itu ia memberi salam kepada Rasulullah SAW., tetapi Nabi menolaknya seraya bersabda, “Ulangi shalatmu, karena (sesungguhnya) kamu belum shalat!”
Kemudian lelaki itu mengulangi shalatnya. Setelah itu ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah, tetapi Nabi SAW menolaknya sambil berkata, “Ulangilah shalatmu, (sebenarnya) kamu belum shalat!”
Laki-laki itu pun mengulangi shalat untuk ketiga kalinya. Selesai shalat ia kembali memberi salam kepada Nabi SAW. Tetapi lagi-lagi beliau menolaknya, dan bersabda, “Ulangilah shalatmu, sebab kamu itu belum melakukan shalat!”
“Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar wahai Rasulullah, Inilah shalatku yang terbaik. Sungguh, aku tak bisa melakukan lebih dari ini, maka ajarkanlah shalat yang baik kepadaku,” tanya lelaki itu.
“Apabila kamu berdiri (untuk melakukan) shalat, hendaklah dimulai dengan takbir, lalu membaca ayat-ayat Al Qur’an yang engkau anggap paling mudah, lalu rukuklah dengan tenang, kemudian beri’tidallah dengan tegak, lalu sujudlah dengan tenang dan lakukanlah seperti ini pada shalatmu semuanya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah benar-benar memperhatikan hal ini, sehingga dengan tegas meminta salah seorang sahabat mengulang shalatnya hingga tiga kali karena meninggalkan ketenangan atau thuma’ninah dalam shalat. Apabila meninggalkan thuma’ninah dalam shalat berarti shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah bersabda, “Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud” (HR. Abu Dawud: 1/ 533)
Semoga kita senantiasa memperbaiki shalat kita, agar tujuan shalat yang tertuang dalam Al Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 45 benar-benar dapat terwujud. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji & mungkar. Wallahu a’lam bis showab.
Sumber: http://www.dakwatuna.com
Langganan:
Postingan (Atom)









