Diberdayakan oleh Blogger.

Mari Berbagi Bacaan !!


Hebatnya Mantan Menkes Siti Fadilah

MENGUAK KONSPIRASI JAHAT 'AS' TERHADAP
MENTERI KESEHATAN INDONESIA, TENTANG VIRUS
FLU BURUNG [H5NI]
“Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan
peralatan militer berupa senjata berat atau tank
jika Pemerintah RI bersedia menarik buku Siti
Fadilah Supari setebal 182 halaman itu. Majalah The
Economist London menempatkan Fadilah sebagai
tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam
menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.”
Pada tahun 2005-2009 lalu, Menteri Kesehatan Siti
Fadilah Supari (59) membuat gerah World Health
Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat
(AS).
Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan
kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata
biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).
Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia,
perusahaan-perusahaan dari negara maju
memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan
harga mahal di negara berkembang, termasuk
Indonesia.
Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul
Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus
Flu Burung.
Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga
meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa
Inggris dengan judul It’s Time for the World to
Change.
Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakukan negara
adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam
kesempitan pada penyebaran virus flu burung.
“Saya mengira mereka mencari keuntungan dari
penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke
negara kita,” ujar Fadilah kepada Persda Network di
Jakarta.
Situs berita Australia, The Age, mengutip buku
Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan
WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi
dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung
dengan memproduksi senjata biologi.
Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris
menuai protes dari petinggi WHO. “Kegerahan” itu
saya tidak tanggapi, betul apa nggak, mari kita
buktikan.”
“Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga
kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju
menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport, dan lain-
lain. Coba kalau tidak ada, kita sudah kaya,”
ujarnya.
Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak
masing-masing 1.000 eksemplar untuk cetakan
bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Total
sebanyak 2.000 buku.
“Saat ini banyak yang meminta, jadi dalam waktu
dekat saya akan mencetak cetakan kedua dalam
jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak
penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini saya sedang
mencari dan membicarakan dengan penerbitan
besar,” katanya.
Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran
Solo, 6 November 1950, mengatakan telah
menyiapkan buku jilid kedua.
“Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu
akan saya beberkan semua bagaimana pengalaman
saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi
saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam
bentuk kelontongan”, ujarnya.
“Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-
ubah Pemerintahan George Bush,” ujar menteri
kesehatan pertama Indonesia dari kalangan
perempuan ini.
Siti enggan berkomentar tentang permintaan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang
memintanya menarik buku dari peredaran.
“Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia,
sebagian, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis,
sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris
dijual,” katanya sembari mengatakan, tidak mungkin
lagi menarik buku dari peredaran.
Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan
peralatan militer berupa senjata berat atau tank
jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal
182 halaman itu.
Mengubah Kebijakan apapun komentar pemerintah
AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.
Gara-gara protesnya terhadap perlakuan
diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-
sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang
sudah dipakai selama 50 tahun.
Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu
burung mulai terjadi di Indonesia pada 2005. Majalah
The Economist London menempatkan Fadilah sebagai
tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam
menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.
“Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih
senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin
terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman
virus flu burung, yaitu transparansi,” tulis The
Economist.
The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di
Republika edisi Maret 2008 lalu, mengurai, Fadilah
mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik
flu burung 2005 silam.
Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh,
obat tersebut justru diborong negara-negara kaya
yang Tidak terkena kasus flu burung.
Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan
alasan penentuan diagnosis, WHO melalui WHO
Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong
memerintahkannya untuk menyerahkan sampel
spesimen.
Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga
meminta laboratorium litbangkes melakukan
penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa
WHO meminta sampel dikirim ke Hongkong?
Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang
korban flu burung di Vietnam. Sampel virus orang
Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan
dikirim ke WHO untuk dilakukan risk assessment,
diagnosis, dan kemudian dibuat bibit virus.
Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia
menemukan fakta, pembuat vaksin itu adalah
perusahaan-perusahaan besar dari negara maju,
negara kaya, yang tak terkena flu burung.
Mereka mengambilnya dari Vietnam, negara korban,
kemudian menjualnya ke seluruh dunia TANPA IZIN..
Tanpa kompensasi.
Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri,
hak, dan martabat negara-negara tak mampu telah
dipermainkan atas dalih Global Influenza Surveilance
Network (GISN) WHO.
Badan ini sangat berkuasa dan telah menjalani
praktik selama 50 tahun. Mereka telah
memerintahkan lebih dari 110 negara untuk
mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa
menolak. Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka
berhak memprosesnya menjadi vaksin!
Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali
menemukan fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat
mengakses data sequencing DNA H5N1 yang
disimpan WHO.
Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National
Laboratoty di New Mexico, AS. Di sini, dari 15 grup
peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya
tak diketahui.
Ternyata ini berada di bawah Kementerian Energi
AS. Di lab inilah duhulu dirancang bom atom
Hiroshima. Lalu untuk apa data itu ? Untuk vaksin
atau senjata kimia ?
Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO
membuka data itu. Data DNA virus H5N1 harus
dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok
tertentu. Ia berusaha keras. Dan, berhasil.
Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu.
Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak
ketertutupan Los Alamos, telah memujinya! Majalah
The Economist menyebut peristiwa ini sebagai
revolusi bagi transparansi.
Illuminati Card Game / Jurus Freemason dalam
mengubah tatanan dunia....- Epidemic Tidak
berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO
agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia, yang
konon telah ditempatkan di Bio Health Security,
lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.
Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga
tercipta pertukaran virus yang adil, transparan, dan
setara.
Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau
mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama
mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik
dan membahayakan dunia.
Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah
dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian,
namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan
Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International
Government Meeting (IGM) WHO akhirnya
menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing
virus disetujui dan GISN dihapuskan.
## Jejak Chemtrail di langit Jakarta ##
Jejak-jejak kimia berupa asap “ Tak Alamiah ” dari
kondensasi pesawat berupa awan memanjang
(chemical trails/chemtrails) yang disemprotkan
pesawat asing kadang juga berisi aerosol bermuatan
virus maut yang sengaja disemprotkan.
Chemtrails sering disemprotkan di atas langit
Jakarta untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan
sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1)
yang telah dimodifikasi. Bagaimana kelanjutannya ?
Silahkan baca: Depopulasi Dunia: Pesawat Semprot
Zat Kimia Berupa “Chemtrails” di Angkasa (The
Economist/icc.wp.com)
Wajib Sebarkan dan Waspadalah Terhadap Konspirasi
Jahat Orang-Orang Kafir Di Negara2 Muslim.

Artikel ini dikutip dr fb "status berkesan"

Bripda Taufik, Sukses dr Kandang Sapi

Artikel ini dikutip dr
TRIBUNJOGJA.COM , SLEMAN -
Tak ada kata
pantang menyerah dalam menggapai cita-cita.
Begitu pula apa yang dialami Bripda Muhammad
Taufik Hidayat, polisi muda yang baru lulus dari SPN
(Sekolah Polisi Negara) Selopamioro, akhir tahun
2014 kemarin.
Berbekal niat dan keteguhan hati Taufik yang
berasal dari keluarga tidak mampu dan tinggal di
bangunan bekas kandang sapi mampu mewujudkan
cita-citanya untuk bergabung bersama Polri.
Sangat miris ketika melihat rumah polisi muda putra
dari pasangan Triyanto dan Martinem ini. Bangunan
semi permanen di Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati,
Sleman, yang dulunya difungsikan sebagai kandang
sapi oleh kelompok peternak di kampungnya, dialih
fungsikan sebagai tempat bernaung bagi Ayah dan
ketiga adiknya.
Tak berada jauh dari bangunan tersebut, masih
berdiri kandang dengan sapi-sapinya. Bau kotoran
sapi sudah menjadi kesehariannya.
Dinding Batako tidak menutup semua bangunan
tersebut, ada rongga besar yang menganga dan
hanya tertutup kain. Begitu pula pintu rumahnya
yang juga terbuat dari kain seadanya. Apabila hujan
turun tentu saja air akan masuk ke dalam rumah
yang tidak terlindung sepenuhnya itu.
Apabila cuaca dingin, hanya selimut yang bisa
menghangatkan keluarga itu. Tak ada lemari di
rumah tersebut, baju-baju Taufik termasuk
seragamnya hanya menggantung di besi yang
melintang dalam kamar. Kasur yang digunakan pun
sudah kotor dan berlubang, hingga kapuk-kapuk di
kasur bisa menyembul keluar.
Cerai
Mulanya memang Taufik sekeluarga hidup satu
rumah, akan tetapi setelah orang tuanya bercerai
dua tahun lalu, dia bersama ayah dan ketiga adiknya
terpaksa hidup di bangunan yang sangat sederhana
itu. Rumahnya terdahulu dijual oleh ibu kandungnya
dengan maksud untuk membeli rumah yang baru.
Akan tetapi uang hasil penjualan tersebut tidak
cukup untuk membeli rumah, akhirnya mereka
mendapat sumbangan bangunan dari kelompok ternak
dari kampung untuk ditinggali. Sedang ibunya saat
ini hidup bersama suaminya yang baru.
"Saya berangkat dari rumah jalan kaki, karena hal
tersebut saya terlambat dinas, dan harus dihukum,"
ujarnya, Rabu (14/1).
Kejadian tersebut baru terjadi senin (12/1/2015)
kemarin, saat dia baru saja masuk di satuan Sabhara
Polda DIY. Sebelumnya saat pendidikan, Taufik
tinggal di asrama. Hari pertamanya diwarnai
hukuman, karena dia terlambat datang untuk apel
pagi yang seharusnya pukul 06.30, tetapi dia baru
bisa sampai di Polda DIY pukul 08.00.
Bagaimana tidak terlambat, Taufik harus jalan kaki
sejauh lebih dari 5 kilometer. Taufik mengaku mulai
berangkat sejak Subuh, sebelum matahari mulai
bersinar. Selain berjalan, kadang-kadang dia berlari
untuk mengejar waktu.
Taufik sendiri tidak mempunyai kendaraan bermotor,
yang diapunya adalah colt pick up, yang dipakai
ayahnya untuk bekerja sebagai buruh serabutan.
"Saya mengaku kepada atasan harus jalan kaki dari
rumah, mereka tidak langsung percaya, dan
mengecek rumah saya," ujarnya.

Singkong untuk Melawan Kangker

Artikel ini dikutip dr TRIBUNJOGJA.COM, 
Daerah Istimewa
Yogyakarta, terutama Gunungkidul, diberkahi
produksi ketela pohon atau singkong yang amat
melimpah. Sebagian dijadikan tepung tapioka,
bahan bio etanol, pakan ternak, dan sebagian kecil
saja yang dikonsumsi untuk pangan.
Tahukah Anda, singkong rupanya punya
kemanfaatan yang di luar dugaan. Seorang
peneliti medis dari Srilangka, Dr Cynthia
Jayasuriya, menemukan singkong ternyata bisa
jadi obat mujarab untuk membunuh sel-sel kanker.
Penemuannya itu berdasarkan pengalaman
pribadinya ketika ia tengah menjalani perawatan
kanker. Dikutip dari infolanka.com, Dr Cynthia
mula-mula penasaran ingin mengetahui makanan
rutin yang dikonsumsi yang mengandung vitamin
B17.
Ternyata vitamin B17 itu ada dalam singkong. Jadi
Dr Cynthia mulai mengonsumsi singkong 10 gram
tiga kali sehari. Setelah dikonsumsi selama
sebulan, ia melakukan pemeriksaan kandung kemih
yang dilakukan doker yang menangani penyakitnya.
Ternyata sang dokter terkejut karena kandung
kemihnya benar-benar bersih dan normal. Selama
makan singkong, Dr Cynthia merasa sangat fit
dan orang lainpun melihatnya sangat sehat.
Setelah itu setiap tiga bulan ia periksa dan
hasilnya tetap bersih.
Sejak itulah ia hanya mengonsumsi singkong dan
tidak menjalani pengobatan lainnya. Secara
sederhana, Dr Cynthia Jayasuriya menjelaskan
cara kerja singkong yang mampu membunuh sel-
sel ganas yang bisa menggerogoti tubuh manusia.
Di singkong terkandung vitamin B17 yang nama
ilmiahnya amygdaline. Sel-sel kanker adalah sel
yang belum matang dan memiliki enzym yang
berbeda dengan enzym normal. Ketika vitamin B17
digabungkan dengan enzyme sel normal, B17 akan
terurai menjadi tiga jenis gula.

Tetapi ketika tergabung dengan enzyme sel
kanker, B17 terurai menjadi: 1 gula, 1
benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam
hidrosianik inilah yang membunuh sel kanker
secara lokal. Setelah kisah Dr Cynthia itu tersebar
luas pada 2010, ia mendapat informasi pasien-
pasien lain yang mengkonsumsi singkong.
Ada seorang pria berusia 70 tahun, terdiagnosis
mengidap kanker prostat. Pasien ini tergolong
tidak mampu. Istrinya yang seorang pensiunan di
rumah sakit membaca artikel Dr Cynthia,
menyediakan singkong saja kepada suaminya.
Setelah seminggu, kondisi si pasien membaik.
Setelah sebulan makan singkong setiap pagi, dia
menjalani pemeriksaan. Sejak terdiagnosis kanker,
hasil test PSA-nya 280-290. Tetapi setelah
sebulan PSA-nya menjadi 5.89!
Cerita lain datang dari seorang penderita kanker
hati. Hasil pemindaian setelah operasi, masih ada
sel-sel kanker yang belum terangkat sempurna.
Pasien ini segera mengonsumsi singkong, dan
sebulan sesudahnya sel kanker yang tersisa tidak
membesar.
Berikut tiga tips yang bisa memandu bagaimana
cara sehat memasak dan mengonsumsi singkong,
makanan "ndeso" yang diyakini manjur mengatasi
ganasnya serangan sel-sel kanker di tubuh
manusia;
1. Pilih singkong yang segar, yang tidak ada noda
biru
2. Rebus dan jangan tutup panci selama memasak.
Ini akan membantu menguapkan kelebihan asam
midrosianik.
3. Jangan mengkonsumsi makanan yang
mengandung jahe/ginger, seperti biskuit jahe,
ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam setelah
mengkonsumi singkong. (Tribunjogja.com)

Cara download APK android dari PC

Bagi yang merasa kurang sreg untuk mendownload aplikasi android langsung dari Smartphone. Mungkin karena signal dan akses data juga yang kurang menunjang atau juga seringnya update yang pernah kita lakukan, hal itu dapat menyebabkan pemakaian RAM semakin besar. (pengalaman di HH ane, Oppo Neo)

untuk menyiasatinya kita bisa mendownload APK aplikasi langsung dari PC,(jika tidak mengerti apa itu APK, bisa serach dulu), caranya adalah :
1. buka link https://play.google.com/store,
2. pilih aplikasi yang ingin di buka
3. buka link http://apps.evozi.com/apk-downloader/
4. Copy URL aplikasi pada Play Store dan paste di link no.3
5. Lalu pilih "Generate Download Link"
6. Setelah link-nya terbuka, kemudian anda pilih "Click here to download ..... now"

selesasi, tinggal pindahkan hasil downloadnya ke Smartpone dan install dari  Smartpone agan2

sekian dl, ntar di edit. biar ada gambar dan lebih menarik lagi :D 

Formasi CPNS Bangka Barat, OKI, Musi Rawas,Empat Lawang

bagi teman-teman yang kesulitan untukmelihat formasi di situs resminya,


silakan klik

Musi Rawas

Bangka Barat

Empat Lawang

Ogan Komering Ilir

Presiden

Sulit sekali keluar kata-kata untuk ditulis. Yang pasti galau karen Capres yg q dukung gagal memenangkan kompetisi itu.

PRABOWO SUBIANTO, sayang sekali. Dengan potensi dan cita- besarmu utk menyelamatkan bangsa harus pupus sblm sampai. Sungguh sbg pendukung aq kecewa kpd rakyat Indonesia.

Akan apa yg terjadi dg bangsa ini? Smg nanti jawabannya "baik" untuk Indonesia.

KESALAHAN UMUM DALAM SHALAT

KESALAHAN UMUM DALAM SHALAT

Rasulullah bersabda “amalan hamba yang pertama kali akan dihisab adalah shalatnya, jika shalatnya baik dia sukses dan berhasil dan jika sholatnya rusak dia sangat merugi (H.R Nasa'i turmudzi).

Semua orang yang memahami hadis ini sangat menyadari betapa pentingnya nilai shalat dalam syariat. Dan untuk bisa mendapatkan nilai sempurna dalam shalat, hampir tidak mungkin dilakukan oleh hamba mengingat banyaknya kekurangan yang kita lakukan. Sekalipun ini hampir tidak mungkin namun setidaknya kita berusaha nilai amal sholat kita mendekati sempurna. di antara usaha yang bisa kita lakukan adalah menekan semaksimal mungkin kesalahan dalam shalat.

Dua Kesalahan Dalam Shalat
Dalam shalat kita mengenal adanya gerakan anda tahu bacaan yang setatusnya sebagai rukun shalat, wajib shalat dan sunnah shalat. Karena itu kesalahan yang dilakukan masyarakat ketika shalat bisa kita kelompokkan menjadi dua :
pertama kesalahan yang bisa membatalkan shalat, itulah semua kesalahan yang bisa mengurangi kadar rukun atau wajib shalat sehingga dia dianggap belum mengerjakan rukun atau wajib shalat tersebut.
Kedua yang tidak sampai membatalkan shalat kesalahan ini tidak sampai mengurangi kadar rukun atau wajib shalat

Kesalahan yang terjadi dalam shalat
1. Tidak tuma'nina ; yang dimaksud tuma”ninah adalah posisi tubuh tenang ketika melakukan gerakan rukun tertentu. Ukuran tenang adalah mencukupi atau membaca satu kali doa dalam rukun tersebut misalnya tuma’ninah ketika ruku’ artinya posisi tubuh tenang setelah ruku’ sempurna kemudian baru membaca doa ruku’ minimal sekali. Sering kita saksikan beberapa kaum muslimin tidak tuma’ninah. Mereka ruku’ dan sujud terlalu cepat, begitu sampai titik ruku’ atau sujud langsung bangkit, ada kemungkinan doa ruku’ sudah dibaca ketika bergerak ruku’ sebelum ruku’ sempurna. Shalat model semacam ini batal karena tidak tuma'nina.
Suatu ketika ada seseorang yang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat, orang ini kemudian  menghampiri Rasulullah yang berada di masjid namun Rasul menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah di ulangi orang ini balik lagi dan disuruh mengulang lagi sholatnya. Ini berlangsung sampai tiga kali kemudian Rasul mengajarkan kepadanya cara sholat yang benar.
Ternyata masalah utama menyebabkan sholatnya dinilai batal adalah karena dia tidak tuma'ninah, dia bergerak ruku’ dan sujud terlalu cepat. Hadis ini menjadi dalil bahwa tumakninah dalam shalat termasuk rukun shalat untuk menanggulanginya tahan ketika sudah semourna ruku’ atau sujud kemudian baru baca do’a ruku’ atau sujud.
2. was was ketika takbiratul ikhram
Kesalahan kedua ini banyak dialami oleh mereka yang berkeyakinan harus berbaranan persis Antara niat di hati dan ucapan takbiratul ikhram. Jika da yg sedikit mengganggu dalam proses niatnya, dia langsung membatalkan dan mengulanginya lagi. 
Perbutan seperti ini sejatinya telah diingankan para ulama. Berikut peringatan itu Antara lainnya
Ibnul Jauzi mengatakan ada juga orang yang bertakbir lalu kemudian dia membatalkan takbirnya, bertakbir lagi dia membatalkan lagi, ketika ia mendekati ruku’ barulah orang yang terjangkit was was ini berhasil bertakbir lalu mengejar ruku’ imam. Sungguh aneh mengapa dia baru berhasil niat. Semua ini terjadi karena tipuan iblis yang menggodanya agar dia kehilangan keutamaan bertkbir bersama imam.
Imam Asy Syafi'i mengatakan was was ketika niat sholat dan bersuci adalah bentuk kebodohan dengan syariat dan kurang akalnya. Untuk mengobati penyakit ini, yakinlah bahwa anda sudah niat tidak perlu diulangi, dan baca takbrtul ikhram sekali. Inilah yg diajarka rasul " jika kamu ingin shalat, wudhulah dg sempurna, lalu menghadap ke kiblat dam bertakbirlah (hr. Bukhari)

3. Imam salah dlm bacaan Al Fatihah
Ketika seseorang merasa tdk bisa mmbaca Al Fatihah dg baik, seharusnya dia tdk nekat menjadi imam. Karena ini mengancam keabsahan shalat makmumnya. Imam Syafi'i mengatakan "org2 yg salaah dlm bacaan Al Fatihanya yg menyebabkan perubahan makna, menurutku shalatnya tdk sah, tdk sah pula org yg shalat dibelakangnya. Jika salah diselain Al Fatihah aku membencinya, meski tdk wajib mengulangi. Karena jika dia tinggalkan selain Al Fatihah dan hanya membaca Al Fatihah sy berharap shalatnya diterima. Jika shalatnya sah, insya Allah shalat makmumnya juga diterima. Jika kesalahan Al Fatihah namun tdk mengubah maknanya shalatnya sah, namun sy benci dia jadi imam. Apapun keadaannya (Al Umm 1/215)

4. Sedekap miring
Sebagian orang bersedekap dengan meletakkan kedua tangan tepat diatas jantungnya atau hatinya. Tidak ada satupun yang memberikan dalilnya. Mereka merasa dg shalat seperti itu hatinya akan menjadi tenang.
Kita semua sepakat bahawa shalat yg paling sempurna adalah shalatnya Rasul. Namun Rasul tdk pernah mengajarkan bersedekap dg cara demikian. Selanjutnya Rasul melarang org yg shalat seperti berkacak pinggang. Dari Abu Hurairah RA” Nabi shallallahu alaihiwasallam melarang seorang shaat sambil berikhtisar.
Ikhtisar adaah meletakkan satu tangan di atas pinggang (sunan turmudzi, ket hadits no. 384). Sementara kita memahami, orang yg bersedekap miring menyebabkan satu sikutnya keluar jauh dari tubuhnya, layaknya orang yg berkacak pinggang.

5. Tidak Ruku’ Atau I’tidal Dg Sempurna
Dari Huzaifah RA, beliau pernah melihat seorang yg tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya ektika shalat. Setelah selesai, ditegur Huzaifah”sudah berapa lama anda shaat seperti ini? Org itu menjawa 40 tahun. Huzaifah mengatakan “engkauu tidak dihitung shalatnya 40 tahun. Jika kamu mati dg model shalatmu seperti ini, maka engkau mati bukan di atas fitra Muhammad.
Hadits ini berbicara tentang org yg tidak semprna dlm meakukan gerakan rukun dlm shalat. Misalnnya, org yg ruku’ sebelum posisi ruku’ sempurna dia sudah bangkit. Atau org yg belum sepurn ai’tidal (tubuhnya masih condong) dia sudah sujud.

6. Tidak Menempelkan Hidung Ketika Sujud
Rasul emngingatkan agar org2 yg sujud benar-benar menempelkan hidung ke lantai. Beliau bersabdah, “Allah tidak menerima shalat bagi orang yg tidak menempelkan hidungknya ke tanah sebagaimana dia menempelkan hidung ke tanah. (H.R Ibnu Abi Syaibah).

7. Membuka Tangan Ketika Salam
Salam ke kanan membuka tangan kanan, salam ke kiri membuka tangan kiri. Kebiasaan ini pernah dilakukan sahabat pada zaman Nabi. Dari Jbir Bin Samurah RA, ketika kami shalat bersama Rasulullah SAW kami mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullah sambil berisyarat dengan kedua tangan ke samping masiing-masing. Kemudian Rasululah mengingatkan, mengapa kalian mengangkat tangan kalian, seperti keledai yang suka lari? Kalian cukup menoleh ke saudara kalian yang di smping kanan dan kirinya’. (H.R Muslim)

Penulis : Ust. Ammi Nur Baits, S.T., B.I.S
Dewan Pembina situs www.konsultasi syariah.com
Moroja’ah : Ust Aris Mundar, M.Pi

Pengikut

Facebook Twitter RSS