Diberdayakan oleh Blogger.

Mari Berbagi Bacaan !!


Agnostik

Menurut Kamus Bahasa Indonesia keluaran Pusat Bahasa, agnostic dideskripsikan sebagai “ Orang yg berpendapat bahwa tiada sesuatu yg dapat diketahui tentang Tuhan selain dari hal-hal kebendaan. ”  Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai “ Orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misal Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak dapat diketahui.
Saya lebih suka mengatakan, Aghnostic orang yang tidak percaya apa yang dikatakan oleh agama, tapi dia percaya adanya Tuhan ( kebenaran tertinggi ), walaupun bagi orang agnostic masih ada sisa pertanyaan, yakni apakah Tuhan bisa “diketahui” oleh manusia ?. Saya memberikan tanda petik pada kata “ diketahui,” karena makna kata tersebut sangat luas, bukan hanya sekedar diketahui seperti kita mengetahui sesuatu materi dengan gamblang. Dari pengertian diatas bisa disimpulkan, bahwa orang Agnostik memang cenderung percaya akan adanya Tuhan ( entitas yang luar biasa ). Beda dengan Ateis yang tidak percaya dengan adanya Tuhan, apalagi agama. Agnostic mengakui adanya kebenaran tertinggi, tapi tidak mungkin bisa diketahui oleh manusia, apalagi oleh dogma agama. Itu pendapat Agnostic. Dan bagi saya memang masuk akal. Kita manusia hanya bisa menebak nebak saja. Tidak ada yang menjamin kebenaran agama 100%, kecuali tentu saja, oleh penganut agama itu sendiri.
Agnostik selalu bertanya tanya, keberadaan akan Tuhan. Mirip orang orang yang belajar Tasawuf atau Sufi. Kalau Tuhan dianggap tidak ada, kok ada saya ?. Kalau dianggap ada, terus bagaimana membuktikannya ?, bagaimana mengetahuinya ?, dan dimana ?. Tapi bagi orang ber-agama, sangat simpel untuk mengetahuinya, dasarnya adalah keyakinan, iman. Bahwa apa yang ada di dunia ini tak mungkin tak ada yang menciptakannya. Agnostic percaya itu, tapi masih tetap ada pertanyaan besar bagaimana mengetahui si pencipta. Ada keraguan agnostic disana. Beberapa kalangan menyebut agnostic mirip dengan skeptis.
Agnostic bukanlah orang murtad atau menghujat Tuhan seperti orang Ateis. Kita simak kata Clarence Darrow (1857 – 1938), seorang penganut Agnostik.
“Aku tidak menganggap bahwa disebut agnostic adalah hinaan, tetapi itu lebih merupakan pujian. Aku tidak berpura-pura tahu ketika banyak orang yang tidak tahu justru yakin.”
Intinya, Agnostic itu tidak pura pura. Menjadi Agnostic itu menurut penganutnya sangat membanggakan. Sangat oke..! Keren…!
Kita simak lagi apa kata penganutnya yang lain, Robert Green Ingersoll (1833-1899). ;
“Aku percaya bahwa kebahagiaan adalah satu-satunya hal baik, dan cara untuk bisa bahagia adalah membuat orang lain bahagia ”
Hebat bukan pedoman orang Agnostic. Tidak seperti Ateis yang suka menghujat Tuhan, dianggap Tuhan tidak ada. Namun umat ber-agama justru saling klaim, bahwa agama dia yang paling bener, dan saling menghujat serta saling menghancurkan. Apakah hal semacam itu dianggap baik…?
Pendapat pendapat tokoh Agnostic, sangat baik, humanis, sangat manusiawi. Dimana dia mementingkan hubunga antar manusia daripada saling menghujat dan saling perang antar ego kelompok. Mereka mengakui adanya kekuatan besar yang ada di sekitar kita. Sebuah kekuatan yang tak mungkin dijangkau oleh manusia. Mereka mengakui bahwa seseorang yang berbuat baik akan mendapatkan sesuatu yang baik, begitu sebaliknya. Tapi mereka masih bertanya tanya, apakah sorga dan neraka itu benar benar ada…? Sikap skeptis inilah yang mendasari Agnostik tidak percaya pada dogma dogma agama. Agama bagi mereka, hanyalah undang undang yang dibuat manusia dengan meminjam nama Tuhan.
Para agnostic mengatakan, bahwa agnostic adalah pilihan paling logis daripada Teis ataupun Ateis. Karena mereka menganggap ajaran Teis ( agama ) adalah sesuatu yang tidak logis. Ajaran tersebut cenderung dipergunakan untuk kepentingan kelompok kelompok. Susahnya lagi, Teis kalau dikritik, malah ngamuk. Kadang diantara orang beragama menggunakan agamanya untuk men justifikasi ( memberikan cap ) orang orang yang tak sepaham atau orang yang tak disukai. Tentu saja justifikasi yang mereka berikan pasti nama jelek, atau menjelekan. Bukankah itu sama dengan fitnah ?, meng-atas namakan agama. Misalnya, bid’ah, kafir, murtad… dsb. Jadi untuk apa ribet ribet menggunakan aturan aturan agama kalau pada akhirnya kita meng kafirkan dan memusuhi orang lain…? Kenyataanya memang itulah yang terjadi, banyak orang beragama membuat orang lain menjadi bisa dijauhi orang lainnya, berimbas pada pergaulan sosialnya, kondisi kehidupan orang tersebut menjadi terhambat. Hanya karena kata kata ( fatwa ) sang tokoh agama. Kalau sudah begitu…, siapakah yang layak masuk neraka…? ( kalau Teis percaya ada neraka ).
Agnostic bisa mengakomodasi semua aturan aturan agama di dunia. Misalnya masalah dosa, orang agnostic menganggap perbuatan tidak baik. Perbuatan tidak baik akan ada balasannya saat itu juga. Siapa yang menabur sesuatu, akan menuai sesuatu juga. Perbuatan akan terbalaskan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. Misalnya lagi tentang karma. Kalau kamu bohong, kamu akan disebut pembohong. Dan satu saat kamu juga akan kena batunya, akibatnya ( karmanya ) kamu tidak dipercaya orang lagi. Coba kita simak salah satu pemikiran agnostic :
“ Kenapa saya memilih agnostic, karena agnostic ini yg paling logis dari yg lain. THEISME , saya merasa dalam theisme banyak sekali hal yg tidak logis, dan saya berprasangka bahwa ajaran 2 THEISME diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Saya sering berdiskusi dengan orang THEISME, dari diskusi saya, pada intinya mereka menjawab bahwa dalam memahami keTUhanan kita jangan mengandalkan dan bersandar pada logika.. untuk sementara saya menganggap bahwa itu jawaban orang yg kehabisan jawaban.. Jadi kenapa saya tidak memilih THEISME karena saya tidak setuju dengan beberapa ketidakmasuk akal dalam THEISME.
ATHEIS, kenapa saya tidak memilih ATHEIS? karena saya masih berkeyakinan bahwa segala sesuatu itu ada tidak mungkin ada dengan sendirinya.. saya blm dapat mempercayai bahwa ada berasal dari ketidakadaan mutlak. Jadi, pandangan agnostic saya. saya jelas meyakini bahwa Tuhan itu ADA dan DIA yg menciptakan alam semesta.. jadi agama saya apa? Agamanya Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan nya siapa? Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih, mohon maaf bila ada yg kurang berkenan. SALAM. “
Pemikiran Agnostik tentang dosa :
Ga ada yg namanya dosa, yg ada perbuatan yg tidak baik. Yg termasuk dalam perbuatan yg tidak baik antara lain:
  •  Menyakiti atau merugikan sesama, sadar atau engga.
  •  Menyakiti makhluk lain.
  •  Melakukan sesuatu yg secara ga langsung berdampak buruk buat sesama
  •  Melanggar hukum/norma resmi di lingkungan sekitar
Mungkin masih ada sih yg lain sih, saat ini cuman kepikir segitu. Bottom line is, gue gak ada tanggung jawab sama tuhan/dewa dewi/whatever. Tanggung jawab gue sama hidup gue sendiri, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Kalo gue merasa guilty karena gue berbuat salah, gue merasa guilty bukan karena gue takut masuk neraka atau takut dimarahin tuhan, tapi emang karena gue berbuat salah, plain and simple.
gw bukan agnostik, tapi kalau gw agnostic, mungkin gw akan menganggap dosa itu sebagai rasa bersalah [guilty] karena telah melakukan yang suatu masyarakat anggap itu tidak baik atau melanggar norma2 yang udah terbentuk dalam masyarakat sejak dulu, sehingga perasaan bersalah itu menjadi beban bagi diri kita sendiri.”
Kalo gw agnostic, gw juga bakal ngerasa dosa itu = guilty. Karena pada dasarnya semua manusia, aturan hidup bersosial itu adalah norma dan guilty itu juga bakal kepentok sama norma itu sendiri, makanya sekalipun gw hanya agnostik misalkan, gw bakal tetep mengikuti norma yang ada
Kalo gw agnostik gw juga akan menghargai mereka yang para theis, monotheis, polytheis, pluralis karena gw merasa bahwa gw dan mereka adalah sama, sama-sama mempercayai ada-nya suatu entitas yang lebih besar di belakang manusia, beda-nya mereka berjalan lewat jalur organisasi [resmi la istilah-nya] sedangkan kan berjalan dengan jalur bebas.
Pemikiran Agnostik tentang karma :
“ ….kalau apa yang kamu tabur tetep aja bakal kamu tuai, jangan harap kalo lu males mau jadi kaya, jangan harep klo lo tukang bohong mau dipercaya, jangan harap bencana alam gak bakal terjadi kalau lu gak jaga alam, maka-nya gw bilang semua tergantung dari diri kita sendiri, dan untuk apa yang buruk terjadi adalah akibat perbuatan kita sendiri, jadi jangan pernah deh nyalain si takdir, kasian takdir di kambing hitamkan, cere salain takdir, orang mati salain takdir, bencana alam salain takdir. “
betul tuh, karma itu sekalipun kita seorang yang agnsotik pasti ada karena relasi karma itu bukan karena agama, tapi karena kehidupan. ky contoh diatas, kalo elu sering bohong, ya akibatnya elu dicap sebagai pembohong kalo udah dicap pembohong, secara ngga langsung juga elu membohongi diri sendiri dan akibatnya elu sendiri yang kena batunya, sekalipun elu ngomong kebenaran suatu saat nanti ya bakalan ga ada yang percaya “.
Sangat jelas dan gamblang cara berpikir mereka , masuk akal serta brilian, mirip cara berpikir Ateis. Kenapa mereka memilih Agnostik…? Dari beberapa pemikiran yang saya copas, sangat jelas, mereka tak mau terkotak kotak, apalagi diperalat sama yang namanya agama. Kejujuran dan apa adanya serta bersosialisasi dengan mahluk lain, adalah inti dari kehidupan yang sebenarnya daripada sekedar ber-agama. Mereka tak mau menerima dogma dogma atau doktrin agama begitu saja tanpa nalar yang jelas. Keyakinan adalah sesuatu yang absurd bagi mereka, kalau tak boleh di sebut kebohongan.
Agnostik meyakini sesuatu yang luar biasa yang menguasai segalanya di sekeliling mereka, tapi juga tidak yakin sesuatu yang luar biasa itu bisa dibuktikan ada.
Orang ber agama menyebut sesuatu yang luar biasa yang melingkupi kehidupan di dunia ini adalah TUHAN.
Sungguh kebesaran Tuhan yang luar biasa dan begitu mulia serta beragam. Maka belajar mengenal segalanya adalah kunci manusia untuk segala bentuk dalam memilih suatu kehidupannya. Jangan bicara soal salah dalam masalah ini. Karena anggapan salah dalam soal ini, adalah tak sepaham atau tak segolongan.
Tuhan telah memberikan semuanya dengan segala akibatnya. Silahkan memilih dengan segala pemikiran dan keyakinan masing masing. Maha besar Tuhan dengan segala ciptaannya.
Oleh. Didik Suwitohadi
21-03-2012.

Ref. 

Oscar Pistorius - CERITA MOTIVASI


Jika Anda selama ini sering menonton acara televisi mengenai perlombaan antara manusia dengan hewan. Anda pasti terkagum dengan kehebatan hewan yang bisa menang melawan manusia. 

Tapi hal itu tidak berlaku dengan Oscar Pistorius, atlet peraih dua medali emas Paralimpiade London 2012 ini justru menang adu lari dengan kuda yang dinamakan Maserati di Doha, Qatar.

Pistorius dan kuda tersebut berlomba untuk menjadi yang terbaik di nomor 115m dan memenangi tantangan 'Run Like The Wind' di sirkuit lari terbuka Aspire Zone. Hebatnya lagi, Pistorius langsung memimpin dari awal hingga garis finis.
"Ini bukan mengenai siapa yang menjadi pemenang, tujuan saya datang kesini adalah untuk menunjukkan ke semua orang jika saya mampu untuk mengikuti lomba meski dengan keterbatasan yang ada," ujar Pistorius kepada Daily Mail.
Pria yang mengggunakan kaki fiber ketika berlari ini berharap kemenangannya tersebut bisa mengubah pandangan terhadap cacat yang dinilai tidak bisa melakukan apa-apa. 

Pistorius menjadi atlet paralimpiade pertama yang bisa mengikuti Olimpiade. Tepatnya di London 2012, pria berkebangsaan Afrika Selatan ini mengikuti lomba 400m dan berhasil masuk ke babak semifinal

sumber  : klik disini

Para Pencuri Shalat



“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam. (HR. Thabrani & Hakim)

Shalat adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh muslim yang berakal dan telah baligh. Semua Ulama baik salaf maupun khalaf sepakat akan kewajiban shalat dan menghukuminya fardhu ‘ain, kewajiban yang wajib dilakukan oleh tiap-tiap individu. Shalat termasuk rukun Islam yang kedua dan wajib ditegakkan. Sebegitu wajibnya shalat sampai tidak ada rukhsah (keringanan) untuk meninggalkannya bagi seorang muslim. Kalau terlupa/tertidur kita wajib melaksanakan shalat ketika ingat. Jika tidak ada air untuk berwudhu, kita dapat menggantinya dengan tayamum. Menjaga shalat juga merupakan wasiat Rasulullah sebelum meninggal dunia. “Jagalah shalat, jagalah shalat dan hamba sahayamu”

Pencuri Shalat
Di era modern kini dan di tengah ketatnya persaingan dunia, baik dalam hal bisnis, ekonomi, politik dan sosial budaya, semua orang menginginkan hidup serba instan. Semua ingin dijalankan dengan cepat dan instan serta mudah. Tak terkecuali dalam hal ibadah termasuk shalat. Dengan alasan ingin mempersingkat dan mengefektifkan waktu, banyak muslim yang tergesa-gesa dalam melaksanakan shalat. Hal ini telah diingatkan dengan tegas oleh Rasulullah empat belas abad yang lalu dalam redaksi Thabrani dan Hakim.

“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam.” 

Rasulullah menyebutnya dengan istilah “pencuri yang paling jahat” bagi muslim yang tidak menyempurnakan shalatnya. Tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Kita sering marah ketika ada seseorang yang mencuri sandal kita, terlebih lagi jika kita yang menjadi para pencuri shalat karena tergesa-gesa dan tidak menyempurnakan shalat baik dalam rukuk, sujud maupun salamnya.

Dalam redaksi Ahmad & ath-Thayalisi, Dari Abu Hurairah radhiallahu’ anhu berkata: “Kekasihku Rasulullah sallalloohu ‘alaihi wa sallam melarangku bersujud dengan cepat seperti halnya ayam yang mematuk makanan, menoleh-noleh seperti musang dan duduk seperti kera.” Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwasanya tergesa-gesa dalam melaksanakan shalat adalah sebuah kesalahan dalam menjalankan shalat. Siapa saja yang mencuri shalat, maka amal ibadahnya menjadi sia-sia di mata Allah. Lebih dahsyat lagi, orang yang mencuri shalat dianggap tidak beragama, “Kamu melihat orang ini, jika dia mati, maka matinya tidak termasuk mengikuti agama Muhammad SAW, dia menyambar shalatnya seperti burung elang menyambar daging.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Seorang muslim harus menjaga shalatnya, karena memang amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah shalat. Untuk menghindari mencuri dalam shalat, kita perlu mengetahui salah satu rukun dalam shalat yaitu Thuma’ninah.


dakwatuna.com - Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan. Para Ulama memberi batasan minimal dengan lama waktu yang diperlukan seperti ketika membaca tasbih (Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq: 1/124). Dalam bahasa bebasnya, thuma’ninah dapat diartikan slow motion, pelan-pelan, dihayati, dipahami dan dinikmati.

Diriwayatkan, ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid di waktu Rasulullah SAW sedang duduk. Lalu orang itu melaksanakan shalat. Setelah itu ia memberi salam kepada Rasulullah SAW., tetapi Nabi menolaknya seraya bersabda, “Ulangi shalatmu, karena (sesungguhnya) kamu belum shalat!” 
Kemudian lelaki itu mengulangi shalatnya. Setelah itu ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah, tetapi Nabi SAW menolaknya sambil berkata, “Ulangilah shalatmu, (sebenarnya) kamu belum shalat!”
Laki-laki itu pun mengulangi shalat untuk ketiga kalinya. Selesai shalat ia kembali memberi salam kepada Nabi SAW. Tetapi lagi-lagi beliau menolaknya, dan bersabda, “Ulangilah shalatmu, sebab kamu itu belum melakukan shalat!”

“Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar wahai Rasulullah, Inilah shalatku yang terbaik. Sungguh, aku tak bisa melakukan lebih dari ini, maka ajarkanlah shalat yang baik kepadaku,” tanya lelaki itu.
“Apabila kamu berdiri (untuk melakukan) shalat, hendaklah dimulai dengan takbir, lalu membaca ayat-ayat Al Qur’an yang engkau anggap paling mudah, lalu rukuklah dengan tenang, kemudian beri’tidallah dengan tegak, lalu sujudlah dengan tenang dan lakukanlah seperti ini pada shalatmu semuanya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah benar-benar memperhatikan hal ini, sehingga dengan tegas meminta salah seorang sahabat mengulang shalatnya hingga tiga kali karena meninggalkan ketenangan atau thuma’ninah dalam shalat. Apabila meninggalkan thuma’ninah dalam shalat berarti shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah bersabda, “Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud” (HR. Abu Dawud: 1/ 533)

Semoga kita senantiasa memperbaiki shalat kita, agar tujuan shalat yang tertuang dalam Al Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 45 benar-benar dapat terwujud. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji & mungkar. Wallahu a’lam bis showab.

Mengenal Presiden Mohammad Mursi



Presiden Mohammad Mursi Menghadapi Nasionalis Sekuler
Jakarta (voa-islam.com) Mohammad Mursi, isterinya, dan lima anaknya hafal Qur'an. Dia tokoh puncak dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pernah sekolah di Amerika dan mendapatkan gelar Phd dibidang science, dan pernah pula bekerja di NASA.
Kemudian, pulang ke Mesir, dan menjadi dosen di Universitas Zagazig. Mursi menjadi anggota parlemen, dan kemudian diangkat menjadi Ketua FJP (Partai Kebebasan dan Keadilan), yang menjadi sayap politik Jamaah Ikhwanul Muslimin. Sekarang Mursi menjadi simbol dikalangan Islamis Mesir, yang berhasil merengkuh kekuasaan.
Ketika, Khairat al-Shater, yang juga tokoh Jamaah Ikhwanul Muslimin, dan menjadi Wakil Mursyid Aam Jamaah Ikhwan, gagal menjadi calon presiden Mesir, karena dibatalkan oleh KPU Mesir, maka Jamaah Ikhwanul Muslimin, mengajukan calon penggantinya Mohammad Mursi.
Mursi yang merupakan tokoh Ikhwan itu, bertarung dengan tokoh-tokoh nasionalis-sekuler, yang ikut dalam pertarungan pemilihan presiden, termasuk orang kepercayaan Hosni Mubarak, yaitu Marsekal Ahmed Shafiq.
Ketika berlangsung pertarungan perebutan jabatan presiden, rakyat Mesir terbelah, sebagian mendukung Mursi, dan sebagian mendukung Marsekal Ahmed Shafiq. Tetapi, kalangan Islamis mayoritas memberikan dukungan kepada Mohammad Mursi. Meskipun, dukungan suara antara Mursi dan Ahmad Shafiq, relatif tipis.
Dilhat dari sini, sesungguhnya betapa masih kuatnya pengaruhnya pengikut Hosni Mubarak dalam kehidupan politik di Mesir. Para pemimpin NDP (National Democratic Party), yang menjadi partainya Hosni Mubarak, masih memiliki akar di masyarakat Mesir, karena Mubarak berkuasa lebih tiga puluh tahun.
Sekarang di Mesir terjadi kristalisasi antara kekuatan kafir dan mukmin. Antara kekuatan nasionalis-sekuler dengan kalangan Islamis. Kalangan nasionalis-sekuler yang kalah dalam pemilihan parlemen dan presiden, dan sekarang ingin menghambat pembaharuan yang dilakukan Mursi, yang ingin mempercepat perubahan di Mesir, dan dihambat oleh sisa-sisa rejim Mubarak, yang bercokol di lembagar peradilan negara, termasuk Mahkamah Agung.

Tetapi, pengaruh dakwah dari kalangan Islamis, jauh lebih mengakar dikalangan rakyat Mesir. Mereka menyatu dengan kehidupan masyarakat secara luas. Kalangan Islamis, jauh lebih kuat, serta memiliki akar yang dalam pada kehidupan rakyat Mesir. Kelompok-kelompok Gerakan Islam atau kalangan Islamis, berhasil mengubah secara mendasar tata cara hidup rakyat Mesir, dan menjadikan Islam sebagai sistem hidup mereka.
Gerakan Islam atau kalangan Islamis telah hidup bersama dengan rakyat, dan membantu rakyat kecil dengan tulus. Mereka membantu para petani. Mereka membantu rakyat miskin, dan mengadvokasi kepentingan rakyat, saat menghadapi kekuasaan yang sangat menindas. Mereka memberikan penyuluhan diberbagai bidang termasuk kesehatan.Mereka membantu orang-orang fakir miskin di pedesaan.

Kalangan Islamis telah masuk ke berbagai lembaga  profesi di Mesir. Melalui lembaga profesi itu, mereka membentuk berbagai assosiasi, dan membantu rakyat secara luas. Seperti Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki berbagai organisasi profesi di Mesir. Bahkan, di Mesir perguruan-perguruan tinggi, di negeri Spinx itu, organisasi mahasiswanya telah berada di kalangan aktivis Islamis.

Kemenangan Jamaah Ikwan dan Salafi yang menguasai lebih 70 persen suara di parlemen, dan ditambah partai-partai lebih kecil, jumlah kalangan Islamis di parlemen itu,  hampir mencapai 80 persen. Kalangan Nasionalis-Sekuler hanya kurang dari 20 persen total mereka diparlemen.
Kalangan Islamis yang menguasai 80 persen suara di parlemen Mesir, itu berusaha dengan sangat keras, berusaha mengubah konstitusi Mesir, dan memasukkan klausul 176, ayat II, yang menjadikan syariah Islam, sebagai sumber hukum tertinggi di Mesir. Sehingga, kalangan Islamis mempunyai dasar hukum dalam usahanya menegakkan syariah Islam di Mesir, yang tidak diwujudkan oleh negara. Disinilah letak terjadinya pertarungan dan perang antara kaum Islamis dengan nasionalis-sekuler.

Kalangan Islamis itu, sepanjang sejarah Mesir, selalu mereka berhadap-hadapan dengan penguasa Mesir, yang berpaham nasionalis-sekuler. Sepanjang sejarah, kalangan Islamis terus berperang dengan para penguasa nasionalis sekuler, yang menjadi alat dan bagian dari para penjajah. Kalangan nasionalis sekuler, mereka itu hanya alat dari kepentingan Israel dan Amerika Serikat. Mereka tidak pernah berpihak kepada kepentingna rakyat Mesir.
Sekarang Mursi yang menjadi lambang kalangan Islamis dalam supremasi kekuasaan di Mesir, berusaha dengan sangat keras, segera mengubah seluruh aturan dan hukum, serta berbagai penyimpangan yang menjadi warisan rejim lama, dan telah membuat bangkrut Mesir, baik dari segi politik dan ekonomi.
Sebaliknya, kalangan nasionalis-sekuler hanyalah menjadi bagian subordinasi dari kekuasaan asing, mereka ini terdiri dari militer dan sipil, yang menjadi wakil kepentingan Zionis-Israel dan Amerika Serikat.
Karena itu, orang-orang seperti Raja Farouk, Jendral Najib, Jenderal Gamal Abdul Nasser, Marsekal Anwar Sadat, dan Marsekal  Hosni Mubarak, mereka ini hanyalah pelayan bagi kepentingan Israel dan Barat, yang mendapatkan dukungna massa dari kelangan nasionalis sekuler.
Gerakan dari kalangan nasionalis sekuler sekarang di pimpin Mohammad el-Baradei, yang lama tinggal di Barat, dan menjadi Direktur IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional), Sabhi (tokoh Sosialis dan Nasserir), Amri Mousa (mantan menteri luar negeri), dan sejumlah tokoh lainnya, yang berusaha menggagalkan Mursi yang mewakili dari kalangan Islamis, yang sekarang berkuasa.

Sesudah Mursi berkuasa mereka takut akan kehilangan pengaruhnya, dan menjadi kelompok marginal di Mesir. Sekarang mereka bersatu padu melawan pemerintahan Islami di bawah Mursi. Mereka kalangan nasionalis-sekuler menggerakan kekuatannya yang menguasai lapangan Tahrir Square, dan ingin menjatuhkan pemerintahan Mursi. Karena mereka takut tegaknya prinsip-prinsip Islam di Mesir.

Menghadapi tantangan kalangan nasionalis-sekuler itu, Presiden Mohamed Morsy berbicara di hadapan ratusan ribu pendukungnya di luar istana presiden, sembari mengatakan, "Jangan khawatir," katanya."Mari kita bergerak bersama ke fase baru", tambah Mursi.

Mesir sudah pernah dipimpin para tokoh nasionalis-sekuler dan negeri itu menjadi "jembel", dan "peminta-minta sedekah" dari Amerika. Sekarang berusaha ingin bebas, dan tidak tergantung dengan negara manapun, dan bisa menjalankan politik luar negeri Mesir, yang tidak tergantung oleh negara manapun.
Mursi telah berperan secara regional, seperti mengatasi agresi militer Zionis-Israel terhadap rakyat Gaza. Semuanya itu berkat dari usaha-usaha yang sangat gigih dan komitmen yang tinggi dari pemimpin Mesir, Mohammad Mursi.
Sekarang Mursi menghadapi tantangan dari kalangan nasionalis-sekuler yang tidak suka terhadap Islam. Mereka dengan dalih kebebasan ingin mengakhiri pemerintahan Mursi, yang dianggap akan menghilangkan kebebasan. Wallahu'alam. 


Cerita Wortel, Telur, dan Kopi


Seorang anak mengeluh kepada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Seperti setiap kali masalah selesai, pasti muncul masalah-masalah lainnya.

Ayahnya seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi panci dengan air dan meletakkanya di atas api.

setelah air di panci-panci itu mendidih. Ia menaruh wortel di panci pertama, telur di panci kedua, dan kopi di panci ketiga. Ia membiarkannya endidih tanpa kata-kata. Si anak bungkam menunggu dengan tidak sabar, menunggu apa yang dilakukan oleh ayahnya. selang 20 menit, sang ayah kemudian mematikan api.

Sang ayah kemudian menyisihkan wortel dan kemudian menaruhnya di dalam mangkok. kemudian telur di mangkok yang kedua, dan kopi di mangkok yang ketiga. 

lalu, ia bertanya kepada anaknya :
apa yang kamu lihat nak?? wortel, telur, dan kopi jawab si anak. Ayahnya mendekat dan mengajaknya merasakan wortel itu. Ia melakukan dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya juga memintanya mengambil dan memecahkan telur itu. Setelah memecahkan kulitnya, Ia mendapati telur yang sudah mengeras.

Terakhir, ia meminta anaknya mencicipi kopi . Ia tersenyum ketika menikmati kopi dengan aroma yang khas.  Setelah itu, si Anak bertanya "Apa arti semua ini, Ayah?

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, melalui proses perebusan, tapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras, dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah, cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan.  Tetapi setelah direbus, ia menjadi keras. Sedangkan bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada dalam rebusan air, bubuk kopi mengubah air tersebut.

Kamu termasuk yang mana? Kata Sang Ayah.  “Ketiak kesulitan mendatangimu bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur, atau kopi? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatan keras. Tetapi setelah ada penderitaan dan kesulitan kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu?

Apakah kamu telur? Yang awalnya meiliki hati yang lembut dengan jiwa yang dinamis? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian, atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku.

Ataukah kamu menjadi bubuk kopi? Ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan sekitar mu juga semakin membaik.”

“Ada Raksasa Dalam Setiap Orang Dan Tidak Ada Satupun Yanag Mampuh Menahan Raksasa Itu Kecuali Raksasa Itu Menahan Dirinya Sendiri”

DESAKU

Beti adalah sebuah desa kecil yang ada di kabupaten ogan ilir, tepatnya kecamatan Indralaya Selatan. walaupun letaknya cukup strategis tapi desa ini mungkin tidak banyak diketahui dengan kata lain kepopulerannya masih kurang. mungkin memang karena jumlah penduduknya yang kecil sehingga outputnya pun masih sangat terbatas.
Sebagian besar penduduk di desa ini bekerja sebagai pedagang. Mereka berdagang di pasar mingguan, setiap hari berpindah dari suatu desa ke desa lain sesuai dengan hari pasar desa-desa tersebut. Beti juga memilliki lahan persawahan. Jenis sawah yang ada disana berupa sawah tada hujan. Lahan persawahan ini menghasilkan Padi sebagai jenis tanaman utama, dan kadang-kadang juga ada jagung dan kacang tanah yang ditanam di sekeliling lahan sawah padi.
Karena berupa sawah jenis tada hujan, pertanian di desa ini sangat bergantung pada cuaca dan musim. Pada saat seperti sekarang, persawahan di daerah ini sangat tidak produktif. hal ini dikarenakan cuaca dan musim yang tidak menentu. Dalam cuaca yang normal saja, panen hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun. Jika musim yang terjadi seperti sekarang, masyarakat tidak dapat panen, padi yang ditanam keburu terendam air atau juga sebaliknya mengalami kekeringan.

Hukum Merayakan Malam Nishfu Sya'ban dan Puasa Pada Siangnya


Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ
"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Al-Syuura: 21)
Dalam Shahihain, dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, dari NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam: "Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak."
Dan dalam Shahih Muslim, dari Jabir Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam khutbah Jum'at: "Amma Ba'du: sesugguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, dan seburuk-buruk urusan (Islam) adalah yang diada-adakan. Maka setiap perkara bid'ah adalah sesat."
Banyak sekali ayat dan hadits yang semakna dengan ini. Semuanya menunjukkan dengan jelas, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan lengkap ajaran Islam untuk umat ini dan telah menyempurnakan nikmat-Nya untuk mereka. Sehingga tidaklah diwafatkan Nabi-Nya 'Alaihis Shalaatu Wassalam kecuali setelah benar-benar menyampaikan semua risalah dan menerangkan syariat Allah –baik yang berbentuk perkataan dan perbuatan- kepada umat ini.
Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan, setiap perkara yang dibuat-buat manusia sesudah beliau lalu dinisbatkan kepada Islam –baik yang berbentuk perkataan dan perbuatan- maka itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah tertolak, yakni dikembalikan kepada pembuatnya, walaupun niatnya baik.
Para sahabat Nabi ridhwanullah 'Alaihim benar-benar memahami persoalan ini. Begitu juga ulama-ulama sesudah mereka. Semuanya mengingkari perkara bid'ah dan memperingatkan umat dari bahayanya. Sebagian ulama sangat konsen terhadap sunnah dan mengingkari perkara bid'ah, seperti Ibnu Wadhdhah, Imam al-Thurthusyi, Abu Syamah, dan ulama lainnya.
. . . setiap perkara yang dibuat-buat manusia sesudah beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu dinisbatkan kepada Islam maka itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah tertolak, yakni dikembalikan kepada pembuatnya, walaupun niatnya baik. . .
Di antara perkara bid'ah yang dibuat orang adalah perayaan malam Nishfu Sya'ban dengan mendirikan shalat khusus –biasa disebut shalat Bara'ah- dan mengistimewakan siangnya dengan puasa. Padahal, tidak ada dalil shahih yang bisa dijadikan sandaran amal ini. Terdapat beberapa dalil yang menerangkan keutamaan malam nishfu Sya'ban, tapi statusnya didhaifkan oleh mayoritas ulama. Di antaranya;  
Dari Ali bin Abi Thalib Radliyallahu 'Anhu secara marfu', berkata,
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا
"Apabila tiba malam nishfu Sya'ban maka berdirilah shalat pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya." (HR. Ibnu Majah dalam Sunannya no. 1388, dan ini adalah hadits Maudlu'. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Dhaif Sunan Ibni Majah, "Lemah sekali atau maudlu –palsu-" no. 1388, juga dalam Al-Misykah no. 1308, Al-Dhaifah no. 2132)
Hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ
"Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya'ban, lalu Dia akan mengampuni umatku lebih dari jumlah bulu domba yang digembalakan Bani Kalb." (HR. Ibn Majah no. 1389 dan al-Tirmidzi no. 670. Syaikh al-Albani mendhaifkannya dalam Dhaif Sunan Ibni Majah no. 295 dan Dhaif al-Jami' al-Shaghir no. 1761)
Kesimpulannya, bahwa perkara-perkara ini tidak diterangkan oleh hadits ataupun atsar kecuali dari jalur yang lemah dan maudhu'.
Al-Hafidz Ibnu Dahiyyah berkata, "Ahli Ta'dil dan Tajrih berkata, "Tidak ada hadits shahih yang menerangkan tentang Nishfu Sya'ban. Wahai Hamba-hamba Allah berhati-hatilah dari para pemalsu yang akan meriwayatkan sebuah hadits untuk kalian yang dipasarkan untuk kebaikan. Mengamalkan kebaikan seharusnya dengan sesuatu yang disyariatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Apabila telah nyata bahwa dia berdusta maka telah keluar dari yang disyariatkan, maka penggunanya telah menjadi pembantu syetan karena menggunakan hadits atas nama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang tidak pernah Allah turunkan keterangan tentangnya." (Al-Ba'its 'ala Inkar al Bida' wa Al-Hawadits, Ibu Syamah al-Maqdisi, hal. 127)
Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah pernah ditanya tentang malam nishfu Sya'ban? Apakah ada shalat khusus di dalamnya?
Beliau menjawab, "Malam Nishfu Sya'ban, tidak ada hadits shahih yang menerangkannya. Semua hadits yang menyebutkan tentang keutamaan di dalamnya adalah maudhu' (palsu) dan lemah yang tidak memiliki sumber. Malam itu tidak memiliki keistimewaan (kekhususan), baik dengan membaca sesuatu, tidak pula shalat khusus dan berjama'ah. . Dan apa yang disebutkan oleh sebagian ulama bahwa malam tersebut memiliki keistimewaan adalah pendapat yang lemah, karenanya tidak boleh diistimewakan dengan sesuatu. Ini adalah yang benar, semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya kepada kita." Selesai fatwa, Wallahu Ta'ala A'lam.  [PurWD/voa-islam.com]

sumber : klik disini

Pengikut

Facebook Twitter RSS